Edukasi Perencanaan Sanitasi Rumah Tinggal Sederhana untuk Meningkatkan Kuliatas Hidup Masyarakat Desa Dawuhan Kecamatan Wanayasa Kabupaten Banjarnegara
Abstract
This activity aims to create a healthy and high-quality living environment through planning simple household sanitation systems to improve the welfare and quality of life of the people in Dawuhan Village, Wanayasa District, Banjarnegara Regency. The main challenge faced during this activity is that the community in Dawuhan Village tends to be less concerned about health related to sanitation for several reasons. First, the lack of knowledge and awareness about the importance of having proper latrines and sanitation causes them to be unaware of the negative impacts on health, such as the risk of waterborne diseases or contamination of the environment. The methods used in this community service program include surveys, observations, socialization/training, assistance, monitoring, and evaluation. The pre-test results showed an average score of 65.00, while the post-test results showed an average score of 85.33. The post-test results indicate an increase after providing education related to healthy and environmentally conscious household sanitation.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Abidin, A. (2021). Implementasi kebijakan program gerakan sanitasi total berbasis masyarakat (STBM) pilar 1 dalam pengendalian lingkungan masyarakat di Indonesia. Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia, 1(2), 64-71.
Amelia, R. N., Halim, R., & Lanita, U. (2021). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kepemilikan Jamban Sehat Di Desa Sungai Itik Kecamatan Sadu Kabupaten Tanjung Jabung Timur Tahun 2021. Electronic Journal Scientific of Environmental Health And Disease, 2(1), 52-62.
Annisa, C., & Susilawati, S. (2022). Gambaran Sanitasi Lingkungan Terhadap Sarana Air Bersih dan Jamban Keluarga di Kelurahan Sukaraja. PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat, 1(1), 85-90.
Bangun, H. A., & Nababan, D. (2020). Hubungan Sanitasi Dasar Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Desa Durian Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang. Jurnal Teknologi Kesehatan dan Ilmu Sosial (Tekesnos), 2(1), 57-66.
Basyariyah, Q., Diyanah, K. C., & Pawitra, A. S. (2022). Hubungan ketersediaan sanitasi dasar terhadap status gizi baduta di Desa Pelem, Bojonegoro. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 21(1), 18-26.
Boimau, C. D. H., Nurjazuli, N., & Wahyuningsih, N. E. (2022). Hubungan Faktor Ketercukupan Air Bersih Dan Tingkat Sosial Ekonomi Dengan Kepemilikan Jamban Sehat Di Desa Abi Kecamatan Oenino Kabupaten Timor Tengah Selatan. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 10(2), 184-190.
Maryanti, E., Ramona, S., & Hernike, L. (2020). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kepemilikan Jamban Sehat Keluarga Di Desa Busung Kecamatan Teupah Tengah Kabupaten Simeulue. Jurnal Kesmas Prima Indonesia, 4(2), 56-65.
Ningtiyan, M. Y. (2022). Pengaruh Health Coaching Colling Terhadap Intensi Penggunaan Jamban Sehat (Doctoral dissertation, ITSKes Insan Cendekia Medika Jombang).
Saleh, M., Amansyah, M., Bujawati, E., Khaer, A., & Rachmat, M. (2024). Implementasi Teknologi Tepat Guna Jamban Sehat untuk Optimasi Sanitasi Aman di Wilayah Pesisir Kabupaten Pangkep. Jurnal Abmas Negeri (JAGRI), 5(1), 96-104.
Sari, M. (2020). Edukasi Kepada Masyarakat Terhadap Pemanfaatan Penggunaan Jamban Sehat Di Kelurahan Bukik Cangang Kayu Ramang Bukittinggi. Empowering Society Journal, 1(2).
Sukrisdiyanto, W., & Soedjono, E. S. (2023). Strategi Penanganan BABS Melalui Penyediaan Sanitasi Sehat di Permukiman Semampir. Jurnal Penataan Ruang, 18(1), 53-59.
DOI: https://doi.org/10.31004/abdira.v6i2.1385
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 Andri Andriawan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




1.png)
