Optimalisasi Pemanfaatan Limbah Organik Terpadu menjadi Pupuk Kompos di Desa Nusuk
Abstract
Nusuk Village, in Semidang Gumai Subdistrict, Kaur Regency, Bengkulu Province, generates large quantities of organic waste, including oil palm empty fruit bunches, rice husks, and livestock manure, traditionally burned or left to accumulate, posing environmental risks. This community service program (KKN) aimed to improve residents' knowledge and skills in processing this waste into compost using EM4 bioactivator, palm sugar solution, and dolomite lime as a pH buffer. The program ran for 45 days through a participatory approach, comprising socialization, training, mentoring, and evaluation, targeting farmer groups, PKK women's groups, and villagers. Data were collected through observation, interviews, documentation, and pre-test/post-test questionnaires, then analyzed descriptively, qualitatively and quantitatively. Results showed increased participant understanding and successful production of mature compost with a C/N ratio meeting SNI 19-7030-2004. This activity reduced organic waste volume in Nusuk Village while opening economic opportunities through community-based compost production.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Akbari, T., Khadijah, A., Nisa, N. A., & Pangesti, F. S. P. (2022). Peran Kombinasi Sampah Organik Rumah Tangga dalam Meningkatkan Kadar Fosfor, Kalium dan Kalsium pada Kompos. Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan, 9(3), 82–90. https://doi.org/10.21776/ub.jsal.2022.009.03.1
Asri, R. A., Wulandari, W., Susanti, E. A., Pelani, R. P., & Efendi, N. (2026). Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Pendekatan Partisipatif Melalui Program Kuliah Kerja Nyata Universitas Negeri Padang di Nagari Sikucur, Kabupaten Padang Pariaman. ARDHI: Jurnal Pengabdian Dalam Negri, 4(1), 158–169. https://doi.org/10.61132/ardhi.v4i1.1891
Bahtiar, R., & Kamelia, K. (2023). Ekonomi Sirkular dalam Pengelolaan Sampah Organik Menggunakan Lalat Tentara Hitam. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia, 29(1), 68–74. https://doi.org/10.18343/jipi.29.1.68
Gustiar, F., Wibisono, I., & Munandar, M. (2020). Kompos Tandan Kosong Kelapa Sawit dengan Penambahan Kotoran Sapi dan Berbagai Bioaktivator. Jurnal Riset Agribisnis dan Peternakan, 5(2), 14–24. https://doi.org/10.37729/jrap.v5i2.820
Jalaluddin, J., ZA, N., & Syafrina, R. (2017). Pengolahan Sampah Organik Buah-Buahan Menjadi Pupuk dengan Menggunakan Effective Mikroorganisme. Jurnal Teknologi Kimia Unimal, 5(1), 17–25. https://doi.org/10.29103/jtku.v5i1.76
Kaswinarni, F., & Nugraha, A. A. S. (2020). Kadar Fosfor, Kalium dan Sifat Fisik Pupuk Kompos Sampah Organik Pasar dengan Penambahan Starter EM4, Kotoran Sapi dan Kotoran Ayam. Titian Ilmu: Jurnal Ilmiah Multi Sciences, 12(1), 1–6. https://doi.org/10.30599/jti.v12i1.534
Kendek, M., Purwanto, B., & Koibur, M. (2024). Pengaruh Dosis Berbagai Kombinasi Kompos Tandan Kosong Kelapa Sawit terhadap Perkembangan Akar Jagung (Zea mays L.) Fase Vegetatif. Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian, 5(1), 783–799. https://doi.org/10.47687/snppvp.v5i1.1158
Oktavianus, A., Afrianti, S., Sulastri, Y. S., Tarigan, A. A., & Pratomo, B. (2025). Pengaruh Pupuk Organik Cair (POC) Limbah Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) terhadap Biomassa Mucuna bracteata D.C. Tabela: Jurnal Pertanian Berkelanjutan, 3(1), 38–47. https://doi.org/10.56211/tabela.v3i1.759
Rahmadanti, M. S., Pramana, A., Okalia, D., & Wahyudi, W. (2019). Uji Karakteristik Kompos (pH, Tekstur, Bau) pada Berbagai Kombinasi Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) dan Kotoran Sapi Menggunakan Mikroorganisme Selulotik (MOS). Jurnal Ilmiah Teknosains, 5(2), 105–112. https://doi.org/10.26877/jitek.v5i2.4717
Safari, A. A., Hidayati, Y. A., & Setiawati, M. R. (2023). Pengaruh Rasio C/N Campuran Feses Sapi Perah dan Daun Kirinyuh terhadap Kualitas POC (Pupuk Organik Cair). Jurnal Teknologi Hasil Peternakan, 4(1), 52–61. https://doi.org/10.24198/jthp.v4i1.45739
Subula, R., Uno, W. D., & Abdul, A. (2022). Kajian tentang Kualitas Kompos yang Menggunakan Bioaktivator EM4 (Effective Microorganism) dan MOL (Mikroorganisme Lokal) dari Keong Mas. Jambura Edu Biosfer Journal, 4(2), 54–64. https://ejurnal.ung.ac.id/index.php/edubiosfer/article/view/7753
Suharyatun, S., Warji, W., Haryanto, A., & Anam, K. (2021). Pengaruh Kombinasi Biochar Sekam Padi dan Pupuk Organik Berbasis Mikroba terhadap Pertumbuhan dan Produksi Sayuran. Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian, 15(1), 21–26. https://doi.org/10.24198/jt.vol15n1.4
Syafria, H. (2022). Karakteristik Kompos dengan Penambahan Effective Microorganism4 (EM4) untuk Pupuk Tanaman Pakan. Jurnal Peternakan Indonesia, 24(3), 281–287. https://doi.org/10.25077/jpi.24.3.281-287.2022
Syahputra, D., Alibasyah, M. R., & Arabia, T. (2015). Pengaruh Kompos dan Dolomit terhadap Beberapa Sifat Kimia Ultisol dan Hasil Kedelai pada Lahan Berteras. Jurnal Manajemen Sumberdaya Lahan, 4(1), 535–542. https://jurnal.usk.ac.id/MSDL/article/view/7164
Widiyono, A., Mustafidah, D., Safruddin, Nuvus, A. A., Maknun, L., & Hidayatullah, A. S. (2021). Pengolahan Limbah Padi dan Kotoran Kerbau Menjadi Pupuk Kompos di Desa Kaliombo. J-ADIMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 9(2), 84–89. https://doi.org/10.29100/j-adimas.v9i2.2280
DOI: https://doi.org/10.31004/abdira.v6i4.2382
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 Herlita Herlita, Dea Maharani, Kharis Ramada, Mutiara Kartini Irawan, Riza Ayu Lestari, Rafhi Febryan Putera

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




1.png)
