Edukasi Cegah Anemia dengan Konsumsi Zat Besi dan Gaya Hidup Sehat pada Remaja Putri di SMP Swasta Imelda
Abstract
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Baruah, A., & Gautam, S. (2023). Prevalence And Predictors Of Iron Deficiency Anaemia In Adolescent Girls In India. International Journal Of Community Medicine And Public Health, 10(10), 3728–3732.
Camaschella, C. (2015). Iron-Deficiency Anemia. New England Journal Of Medicine, 372(19), 1832–1843.
Dominikus Raditya Atmaka, Windi Indah Fajar Ningsih, and Risnukathulistiwi Maghribi, (2020) “Dietary Intake Changes in Adolescent Girl after Iron Deficiency Anemia Diagnosis,” Health Science Journal of Indonesia 11, no. 1: 27–31.
Gautam, S., Min, H., Kim, H., & Jeong, H. S. (2019). Determinants of Factors Associated with Anemia among Women of Reproductive Age in Developing Countries: A Systematic Review. Nutrients, 11(5), 1025.
Hadijah, S., Hasnawati, & Hafid, M. P. (2019). Pengaruh masa menstruasi terhadap kadar hemoglobin dan morfologi eritrosit. Jurnal Media Analis Kesehatan, 10(1), 12–20.
Helmyati, S., Syarifa, C. A., Rizana, N. A., Sitorus, N. L., & Pratiwi, D. (2024). Penerimaan Program Tablet Tambah Darah Pada Remaja Putri Di Indonesia. Amerta Nutrition, 7(3sp), 50–61.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Pedoman Pelaksanaan Suplementasi Gizi pada Remaja.Jakarta: Kemenkes RI.
Rahmawati, I., Nugroho, A., & Putri, E. (2021). Peningkatan Pengetahuan Remaja Putri tentang Anemia Melalui Penyuluhan dan Pemberian Tablet Tambah Darah. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 14(2), 45-53.
Riskesdas. (2018). Laporan Nasional Riskesdas 2018. Kementerian Kesehatan RI. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.
WHO. (2021). Guidelines on Iron Supplementation in Adolescents. Geneva: World Health Organization.
DOI: https://doi.org/10.31004/abdira.v6i3.2025
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 Khairani Frans

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




1.png)
