Pemanfaatan Sabut Kelapa Menjadi Pupuk Organik Cair (POC)
Abstract
Coconut husk is one of the agricultural wastes that is abundantly available and often remains underutilized. However, coconut husk contains organic matter and nutrients that have the potential to be used as a raw material for liquid organic fertilizer (LOF). This study aims to investigate the utilization of coconut husk as a basic material for producing liquid organic fertilizer and to determine the potential of the resulting fertilizer to support plant growth. The method involves collecting and chopping coconut husk, followed by a fermentation process using additional materials such as water, sugar or molasses, and microbial activators. The fermentation process is carried out for a certain period until a liquid organic fertilizer solution is obtained and ready for application. The utilization of coconut husk as liquid organic fertilizer is expected to reduce organic waste while producing an environmentally friendly and beneficial fertilizer for plants. This processing method can also serve as an alternative approach to supporting sustainable agriculture by utilizing locally available resources.
Keywords
References
Maharany, R., Sugianto, R. A., Triansyah, A., Marpaung, O. R., Fahrizal, F., Najib, Z. A., Ananda, A., Saragih, D. A., Pulungan, D. R., Aznur, T. Z., & Wahyuni, R. (2024). Pembuatan pupuk organik cair dari limbah sabut kelapa di Kelurahan Namu Ukur Selatan. Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(5), 8288–8296. https://doi.org/10.31004/cdj.v5i5.34085
Syahputra, F., Undadraja, B., & Syaputra, M. A. (2023). Pengolahan limbah sabut kelapa menjadi pupuk organik cair di Desa Sidomekar. BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(4), 2830–2834. https://doi.org/10.31949/jb.v4i4.6706
Surtono, A., Putri, S. S., Rahmawati, E. D., Setiawan, J., Maharani, N., Fitria, R. W., & Kezia, H. (2023). Sosialisasi pembuatan pupuk organik cair dari sabut kelapa kepada Kelompok Tani Bahagia di Desa Karang Anyar, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus. BUGUH: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(2), 153–158. https://doi.org/10.23960/buguh.v3n2.1545
Bulkaini, Syamsuhaidi, Sutaryono, Y., Dahlanuddin, Fajariswana, Zuana, Maulana, Mutia, S., Ardana, P., & Parwati. (2022). Inovasi teknologi pembuatan pupuk organik cair berbasis limbah sabut kelapa. Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA, 5(2), 204–208. https://doi.org/10.29303/jpmpi.v5i2.1711
Melani, A., Mardwita, M., Robiah, R., & Dinda, P. N. (2025). Pengaruh jumlah bioaktivator EM4 dan waktu fermentasi pada pupuk organik cair dari limbah biomassa. Jurnal Teknik Patra Akademika, 16(2). https://doi.org/10.52506/jtpa.v16i02.308
Widyabudiningsih, D., Troskialina, L., Fauziah, S., Shalihatunnisa, S., Riniati, R., Siti Djenar, N., Hulupi, M., Indrawati, L., Fauzan, A., & Abdilah, F. (2021). Pembuatan dan pengujian pupuk organik cair dari limbah kulit buah-buahan dengan penambahan bioaktivator EM4 dan variasi waktu fermentasi. Indonesian Journal of Chemical Analysis, 4(1), 30–39. https://doi.org/10.20885/ijca.vol4.iss1.art4
Putra, B. W. R. I. H., & Ratnawati, R. (2019). Pembuatan pupuk organik cair dari limbah buah dengan penambahan bioaktivator EM4. Jurnal Sains & Teknologi Lingkungan, 11(1), 44–56. https://doi.org/10.20885/jstl.vol11.iss1.art4
Dewi, M. N., Guntama, D., Perdana, R., & Fauzan, M. (2022). Pengaruh waktu fermentasi dan pH terhadap kandungan nitrogen, kalium, dan fosfor dalam pupuk cair organik dari limbah kulit pisang (Musa paradisiacal). Jurnal Ilmiah Teknik Kimia, 6(1), 27–32. https://doi.org/10.32493/jitk.v6i1.14667
Sari, M. W., & Alfianita, S. (2018). Pemanfaatan batang pohon pisang sebagai pupuk organik cair dengan aktivator EM4 dan lama fermentasi. Jurnal TEDC, 12(2), 133–138.
Sabri, Y. (2017). Pengaruh pemberian pupuk organik cair dari sabut kelapa dan bokashi cair dari kotoran ayam terhadap pertumbuhan tanaman sawi caisim (Brassica juncea L.). Jurnal Pertanian Faperta UMSB, 1(1), 35–42. https://doi.org/10.33559/pertanian.umsb.v1i1.265
Novianto, N., Effendy, I., & Aminurohman, A. (2020). Respon pertumbuhan dan hasil tanaman sawi (Brassica junceea L.) terhadap pupuk organik cair hasil fermentasi sabut kelapa. Agroteknika, 3(1), 35–41. https://doi.org/10.32530/agroteknika.v3i1.67
Purwaningsih, O. (2025). Aplikasi pupuk organik cair sabut kelapa untuk meningkatkan hasil bawang merah (Allium ascalonium L.). Jurnal Pertanian Agros, 27(1), 31–36. https://doi.org/10.37159/jpa.v27i1.34
Tahar, M., Nur, S., & Firman, F. (2024). Pemanfaatan sabut kelapa sebagai bahan dasar pembuatan pupuk organik cair (POC) ramah lingkungan di Desa Balombong. Sipakaraya: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(1), 45–51. https://doi.org/10.31605/sipakaraya.v3i1.4183
Djuria, S. A., Ghofur, N., & Sumayya, R. D. (2025). Pemanfaatan limbah sabut kelapa menjadi pupuk organik cair dan pot: Sebuah studi kasus di Desa Kiarapayung, Banten, Indonesia. Jurnal Studi Kasus Kegiatan Masyarakat, 3(1). https://doi.org/10.53889/jskkm.v3i1.638
Cholisoh, S., Ibrahim, A., Sari, P., & Yulianti, N. (2023). Sintesis dan karakterisasi pupuk organik cair dari limbah cair produksi tahu di Kota Cilegon dengan penambahan abu sabut kelapa, serta aplikasinya pada tanaman. Jurnal Beta Kimia, 3(2), 44–56. https://doi.org/10.35508/jbk.v3i2.14304
DOI: https://doi.org/10.31004/abdira.v6i4.2463
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 Muh Muamanah Tullah B tulla, Syaleha lha, Preti Sinta3 sinta, Jusmira ira, Alini Lini, Rika Buana Putri rika, Prayoga Sastro Debrata yoga, Muh Faiz Djibran9 faiz, Nirwana wana, Tri Handayani handa, Revalia reva, Adam Suseno HB adam, Musnajam najam, astina tira

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




1.png)
